Selasa, 06 Juni 2017

........

Entah nikmat Tuhan yang mana lagi yang disuarakan? Hingga saat ini,detik ini,Tuhan masih berbaik hati Memberikan segala karunia untuk kehidupan ini. Terimakasih atas segala yang KAU beri untuk kehidupan ku ini Terimakasih pula KAU hadirkan aku ditengah orangtuanya yang luar biasa Mama, entah berapa banyak pengorbananmu untuk membesarkan ku hingga kini, Entah berapa banyak doa yang selalu kau lantunkan demi anak-anak muda Entah berapa banyak maaf yang selalu kau beri atas kesalahan ku.. Terimakasih mama,telah menjadi wanita terhangat yang ku miliki Terimakasih mama,telah menjadi sahabat setiaku,menjadi sandaran dalam peluh dan kesahku Maafkan anakmu yang belum mampu membahagiakanmu, Maaf jika masih selalu membuatmu sedih dan marah Mama,semoga Allah selalu memberikan kesehatan untukmu, kebahagiaan,serta nikmat iman Islam untuk kau selalu bersabar dan bersyukur dalam hidup.I love you mom... Bapak,kau adalah sosok yang selalu disegani oleh anak-anakmu Terimakasih telah mendidik ku sejauh ini dengan caramu Kau adalah sosok lelaki yang selalu menjagaku sampai saat ini, Kau adalah sosok yang mengajarkan arti kehidupan padaku Kau sosok yang mengajarkan ku untuk menjadi anak yang kuat dalam segala hal Kerasmu, didikanmu, marahmu, kini aku mengerti bahwa itu adalah bentuk perhatiamu untukku Terimakasih telah menjaga putrimu hingga kini, mengantrkan putrimu hingga bangku sarjana Terimakasih atas ilmu agamamu yang masih selalu melekat kau lakukan untuk mendidik dan melindungi keluargamu, Bagiku,kau adalah ayah,guru,kepala keluarga yang luar biasa dengan segala ketegasan khas-mu.. Allah,ketika ku belum mampu membalas segala yang telah mereka lakukan untukku, Ku memohon padamu berikan mereka balasan atas segala yang telah mereka beri pada ku,beri mereka selalu kesehatan,kebahagiaan,dan jadikan selalu mereka orang yang bersyukur atas segala karunia-Mu...

Minggu, 15 Februari 2015

PutriUtami01: Surat Cinta Untuk calon Imamku

PutriUtami01: Surat Cinta Untuk calon Imamku: Ketika aku mulai membalas senyum untuk kebahagiaanmu Ketika aku mulai memberi harapan saat kau terjatuh Ketika aku tanpa jemu menuntunmu Ke...

Surat Cinta Untuk calon Imamku

Ketika aku mulai membalas senyum untuk kebahagiaanmu Ketika aku mulai memberi harapan saat kau terjatuh Ketika aku tanpa jemu menuntunmu Ketika aku tanpa lelah menantimu Ketika aku tanpa bosan mendoakanmu Dan, Ketika sahutan salam menyapa saat kita bertemu, Ketika kita duduk bersama dan pembicaraan kita selalu tertuju pada kebaikan Saat itu pula aku harap kau dapat membimbingku, Dan ketika suatu saat pula aku perlu melepasmu dengan penuh keikhlasan Dan jika Allah pun menakdirkan aku untuk mencintaimu, maka perkenankan aku untuk melabuhkan hati dan cintaku padamu atas Izin dan Ridho Allah. Cinta, tak mengapa saat ini kita berjauhan, tak mengapa kita saat ini berjarak Karena kita memang belum saatnya tuk slalu bersama Yakinlah kelak Allah akan menyatukan kita dengan ikatan suci yang di saksikan oleh sluruh ciptaan-Nya dan kebersamaan yang takkan terpisahkan itu jauh lebih berarti, jauh lebih abadi, karena janji Allah itu pasti Yang perlu kita lakukan sekarang adalah memperbaiki dan memantaskan diri untuk cinta itu Beginilah caraku mencintaimu, tak ingin aku membawa ke dalam jurang dosa yang Allah tak suka Kan ku jaga kesucian hati dan jiwa ini untuk ku persembahkan untukmu, dan ku harap kau pun melakukan hal yang sama. Hanya pada rabb-ku ku curahkan segala cinta dan kerinduanku terhadapmu Cinta ini Fitrah yg Allah hujamkan pada setiap hati manusia, maka jagalah ia agar tidak menjadi Fitnah. Tiada yang pernah tau akan rencana Tuhan, Bisa saja rasa ini adalah ujian yang melapuk atau bahkan membeku dengan perlahan karena Tuhan lah yang membolak-balikan hati manusia Atau, bisa pula rasa ini adalah anugrah yang akan beujung pada kebahagiaan Cukuplah ku serahkan segala rasa yang tiada sanggup ku jadikan halal itu pada sang Pemberi dan Pemilik rasa itu Biarlah Allah yang mengatur semuanya hingga tiba keindahan itu tiba menghampiri kita pada saatnya Jika mimpi itu mampu ku beli, dan Khayalan itu mampu ku ciptakan Maka akan ku berikan semua itu untukmu wahai cinta hingga senyum merekah di wajahmu Lewat jembatan doa kitalah yang telah dipanjatkan kita kan dipertemukan, Doaku semoga Tuhan memudahkan jalan dan caramu untuk menjemputku menjadi satu teman setia dalam hidupmu. 

Jumat, 13 Februari 2015

write

Haii haii.... lama tak bercuap2... Aku tidak begitu hobi dengan menulis, tapi aku ingin membiasakan untuk menulis. Yaa, menulisku tidak untuk mengeluh atau meminta di perhatikan, menulisku adalah teman bagiku, teman ceritaku, teman untuk berbagi suka dan duka juga teman perjalanan hari-hariku, Tulisan ini yg akan jadi saksi suatu saat nanti bahwa suatu masa nanti aku akan mengenangnya seriweuh dan sesenang apapun hari-hariku, Tulisan ini yang akan menjadi saksi satu persatu harapan demi harapan ku akan terwujud, Mungkin dengan tulisan ini pula akan menjadi saksi bahwa doa yang ku panjatkan akan terkabul .

Senin, 21 Juli 2014

Buat para guru nii :)

Lihat Tweet @PanduanGuru: https://twitter.com/PanduanGuru/status/491221363063930881

Rabu, 16 Juli 2014

Tips menghilangkan jerawat ala putri :D

Jerawat ? Oh nooo....
Yupss udah bukan hal aneh untuk kita yang remaja atau bahkan sudah dewasa masih berhubungkan dengan si kecil yg nakal ini *jerawat*
Untuk yg beraktifitas setiap hari d luar ruangan jerawat kerap sekali muncul karena debu dan kotoran yang mngendap di wajah kita . Untuk itu kita harus mmperhatikan kebersihan wajah ya kakak :D
Berikut tipsnya
1. Ini yang paling penting harus di perhatikan, rajinlah mencuci muka seusai beraktifitas atau memulai aktifitas
2. Jangan lupa gunakan pelembab wajah sblum kluar aktivitas *gunakan yg khusus kulit berjerawat ya sis
3. Hindari paparan sinar matahari langsung yg dapat mnimbulkan peradangan pada kulit
5. Konsumsi buah dan sayuran scara cukup agar kulit ternutrisi
6. Banyakin minum air putih juga membantu biar kulit ga kering.
7. Untuk mengobati jerawat yg meradang bisa mengompresnya dengan batu es setiap mau tidur biar jerawatnya ga meradang.
8. Gunakan gel/salep jerawat untuk mngempeskannya *aku sihh dulu pake mediklin TR* :)
9. Jaga kebersihan jangan lupa yah ladies,
10. Yg terakhir istirahat yang cukup agar kulit pun bisa rilex :)

Segini ajjja dulu yaah kakak :D

Tips cantik ala putri :)

Lebaran sebentar lagi *kalo kata nyanyian afgan* hhhe
Hay ladies hari suci nan fitri sudah di depan mata tentu kita ingin terlijat cantik dan fresh bukan ?
Yahh betul syekalii.. :D
Aku mau coba bagi2 tips nih biar kita tampil cantik saat lebaran nanti.
Langkah yang pertama pastinya wajah dan tubuh kita sudah bersih yah biar fresh pagi hari *jangan gak mandi lhooo :v
Yang kedua, nah setelah itu yuk kita k depan kaca . Stelah wajah di beraihkan gunakan tooner atau pnyegar ya ladies biar wajah kita lebih bersih dan segar
3. Stelah itu lalu gunakan pelembab yang sesuai kulit kita guys biar kulit ga kering, *sambil ditepuk perlahan yah biar merasap kulit :)
4. Nah stelah itu gunakan foundation atau alas bedak biar nempel bedaknya, warnanya kalo bisa 1 tingkah d bawah warna kulit atau bisa juga senada dg kulit *biar ga kayak topeng sist :D
5. Langkah berikutnya adalah sapukan tipis bedak tabur dulu ya sbelum bedak padat , gunanya untuk menyerap minyak ya sis ..
6. Lalu sapukan blush on berwarna natural pada tulang pipi *biar terlihat berseri mukanya :D
7. Jangan sampe ketinggalan nih eyeshadow nya biar mata terlihat segar :D
8. Gunakan pula eye liner biar lbih cantik
9. Yaa, jangan lupa gunakan mascara biar bulu mata kita lebih bervolume ladies ;)
10. Gunakan eye brow biar alis kita lebih berbentuk yaa cantik :)
11. Gunakan alis mata / celaa mata lah yaak biar mata kita makin cantik o_o
12. Nah slnjutnya gunakan lipstik klo aku biasa pake matte lipstik yg ada nutrisi buat bibir biar gak kering, gunakan lipstik berwarna nude/peach yaa biar gak terlihat menor kaya ibu2 arisan x_x
13. Setelah itu bisa gunakan wondershine girls biar riasan bibir kita makin sempurna :D
14. Setelah itu untuk mnyempurnakan riasan tepukkan bedak padat secara tipis aja yah biar gak kayak kedok hasilnya
15. Selesai semua itu adalagi nih yang pling penting , keep smile yakk cantik tunjukan senyum cantik mu di hari lebaran nanti ;)
Cukup inj ajja dulu yahh sahabat , tunggu tipz2 berikutnya ala utami :D

Cinta

Mungkin kata cinta bukan hal aneh yang kita dengar, melainkan itu semua adalah kata yang biasa kita dengar setiap hari.. :)
Cinta adalah anugrah terindah dari Allah untuk setiap umatnya.
Karena cinta pula kita ada di dunia ini .
Cinta telah melahirkan berbagai macam kebahagian untuk semua manusia, asal manusia itu mau meresapinya .
Lalu apakah salah ketika kita mencintai tapi tak terbalas ?
Tentu tidak , tak ada yang salah dengan cinta hanya mungkin cara kita terlalu ceroboh soal cinta :)
Jika demikian cukuplah kau mencintai seseorang dalam dia, sampaikan rasa cinta itu pada sang Maha Cinta,Maha pembolak balik hati, yang insya Allah atas izin-Nya lah cinta itu akan indah pada waktunya :')

Newbii

Awwww baru buka blog lagi ternyata sepii...
Follow blog aku yahh...

Kamis, 19 Desember 2013

filsafat ilmu

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kata filsafat dan ilmu adalah dua kata yang saling berkaitan, baik secara substansial maupun historis. Kehadiran ilmu tidak dapat dipisahkan dari peran penting filsafat, dan begitu juga sebaliknya bahwa perkembangan ilmu akan memperkuat keberadaan filsafat. Pada zaman Plato sampai pada masa Al-Kindi, batas antara filsafat dan ilmu pengetahuan boleh dikatakan tidak ada. Seorang filosuf pasti menguasai ilmu pengetahuan. Perkembangan daya berfikir manusia yang mengembangkan filsafat pada tingkat praktis dikalahkan oleh perkembangan i1mu yang didukung oleh teknologi. Wilayah kajian filsafat menjadi lebih sempit dibandingkan dengan wilayah kajian ilmu. Sehingga ada anggapan filsafat tidak dibutuhkan lagi. Filsafat kurang membumi sedangkan ilmu lebih bermanfaat dan lebih praktis. Padahal filsafat menghendaki pengetahuan yang komprehensif yang luas, umum, dan universal dan hal ini tidak dapat diperoleh dalam ilmu. Sehingga filsafat dapat di tempatkan pada posisi dimana pemikiran manusia tidak mungkin dapat dijangkau oleh ilmu B. Rumusan Masalah 1. Apa Misi filsafat, maksud dan tujuan filasafat? 2. Apa tugas dan fungsi utama filsafat? C. Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui Misi filsafat, maksud dan tujuan filasafat 2. Untuk mengetahui Tugas dan fungsi utama filsafat BAB II PEMBAHASAN A. Maksud dan Tujuan Filsafat Sebelum memberikan gambaran dan penjelasan mengenai filsafat ilmu, terlebih dahulu akan memperkenalkan filsafat itu sendiri supaya pada pembahasan selanjutnya tidak menimbulkan keraguan dan kebingungan untuk memahaminya. Secara etimologi, ada dua pendapat untuk mendefiniskan filsafat. Filsafat berasal dari bahasa yunani yaitu “philosophia” yang merupakan kata majemuk yang terdiri atas philo dan sophia; philo artinya cinta dalam arti yang luas, yaitu ingin, dan karena itu lalu berusaha mencapai yang diinginkannya itu; sophia artinya kebijakan, yang artinya pandai, pengertian yang mendalam. Dengan demikian, filsafat berarti keinginan yang mendalam (cinta) untuk mendapat kebijakan, atau keinginan yang mendalam untuk menjadi bijak. Adapun orang yang mempunyai karakter seperti itu disebut filosof. Selain definisi di atas, terdapat beberapa definisi filsafat menurut para ahli salah satunya yaitu menurut. Al-Farabi, Ia mengemukakan bahwa filsafat adalah “philosophy is nothing else than thought, that is, the science of concepts. The end of philosophy is to know God as the Creator of heaven and eart (ialah ilmu tentang alam yang maujud dan bertujuan menyelidiki hakekatnya yang sebenarnya)”. Berdasarkan uaraian di atas dapat kita memberikan pendapat bahwa filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Dan akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa. Adapun filsafat ilmu merupakan telaah kefilsafatan yang ingin menjawab pertanyaan mengenai hakikat ilmu, baik ditinjau dari segi ontologis, epistemologis maupun aksiologisnya. Dengan kata lain filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemologi (filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu. Segala sesuatu yang terdapat di alam ini diciptakan dengan fungsinya, dengan kata lain bahwa tidak ada materi yang tidak bermanfaat tak terkecuali lahirnya filsafat ilmu. Lahirnya filsafat ilmu memberikan jawaban terhadap persoalan yang muncul terutama yang berhubungan dengan pengetahuan manusia. Oleh karena itu, di antara tujuan dari Filsafat Ilmu ini adalah : 1. Mendalami unsur-unsur pokok ilmu, sehingga secara menyeluruh kita dapat memahami sumber, hakikat dan tujuan ilmu. 2. Memahami sejarah pertumbuhan, perkembangan, dan kemajuan ilmu di berbagai bidang, sehingga kita dapat gambaran tentang proses ilmu kontemporer secara histories. 3. Menjadi pedoman bagi para dosen dan mahasiswa dalam mendalami studi di perguruan tinggi, terutama untuk membedakan persoalan yang alamiah dan non-alamiah. 4. Mendorong pada calon ilmuan untuk konsisten dalam mendalami ilmu dan mengembangkanya. 5. Mempertegas bahwa dalam persoalan sumber dan tujuan antara ilmu dan agama tidak ada pertentangan. demikian filsafat ilmu ini memberikan analisanya tentang hakikat keilmuan yang nyata dan rasional yang mengandung nilai-nilai dasar yang dijadikan landasan atau petunjuk dalam proses keilmuan B. Misi Filsafat Adapun misi dari filsafat itu sendiri yaitu sebagai berikut: 1. Mengembangkan ilmu filsafat dan teologi; 2. Menyelenggarakan pendidikan akademik yang unggul di bidang filsafat dan teologi dalam dialog dengan ilmu-ilmu lain yang terkait; 3. Menjadi pusat pengembangan pemikiran yang dapat dipertanggungjawabkan, berorientasi pada nilai kemanusiaan universal, cita-cita bangsa Indonesia. 4. Melibatkan diri dalam kehidupan intelektual, kultural dan spiritual bangsa C. Tugas dan Fungsi Utama Filsafat Dalam berfilsafat ilmu ini memberikan penganalisaan secara mendalam tentang problema-problema keilmuan sampai kepada penyelesaiannya. Filsafat sebagai ilmu, tidak melandasi tugas-tugasnya pada teori-teori saja, akan tetapi memperhatikan juga pada fakta-fakta empiris atau praktis yang berlangsung didalam kehidupan sebagai bahan analisa. Oleh sebab itu,masalah keilmuan-keilmuan ini dapat diselesaikan bilamana didasarkan kepada hubungan antara teori dan praktik yang dibarengi dengan metode ilmiah, karena filsafat ilmu ini mampu berkembang bilamana terlibat dalam dinamika kehidupan. Antara filsafat dan ilmu selalu terjadi interaksi atau saling mengembangkan satu sama lain sehingga dapat mendorong perkembangan untuk memperkokoh posisi dan fungsi dari filsafat itu sendiri. Filsafat ilmu memerlukan landasan ideal dan rasional yang memberikan pandangan mendasar, menyeluruh, dan sistematis tentang hakikat keilmuan yang dihadapi dalam kehidupan. Dengan demikian filsafat ilmu ini berfungsi meberikan analisanya tentang hakikat keilmuan yang nyata dan rasional yang mengandung nilai-nilai dasar yang dijadikan landasan atau petunjuk dalam proses keilmuan. Selain itu filsafat ilmu juga memiliki tugas yang membedakan ruang lingkup studinya dari studi ilmu yang lebih khusus (ilmu alam, ilmu sosial, ilmu humaniora, dan termasuk juga ilmu agama). Jika ilmu khusus mengarahkan metodologinya pada penyelidikan tentang hukum yang beraku pada perilaku alam, sosial, dan kekhususan lainnya, maka filsafat ilmu memiliki tugas dengan lebih mengarahkan kajiannya tentang hakikat dari ilmu khusus seperti hakikat ilmu alam, hakikat sosial, dsb. Pada taraf tertentu, filsafat ilmu tidak saja berperan dalam mengarahkan pola pikir para filosof dan aliran pemikiran di antara mereka, tetapi pada kehidupan sosial, filsafat ilmu juga sangat berperan dalam melahirkan pola hidup bahkan pandangan hidup masyarakat di era tertentu. Sebagai misal, “pola pikir saintifik yang mengusung rasionalisasai pada akhirnya muncul sebagai sebuah peradaban modern, yakni peradaban yang menuntut efisiensi, kompetitif, dinamis, dsb.” BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa filsafat adalah ilmu akademis yang mengajak kita untuk berfikir menurut tata tertib (logika) dengan beban (tidak terikat pada tradisi dogma dan agama) dan sedalam-dalamnya hingga sampai pada dasar-dasar persoalan. Filsafat ilmu merupakan suatu akumulasi pemikiran reflektif, radikasi, sistematis mengenai berbagai personal ilmu dan dalam hubungannya dengan segala aspek kehidupan manusia. Tujuan filsafat ilmu ialah Mendalami unsur-unsur pokok ilmu, memahami sejarah pertumbuhan dan perkembangan ilmu. Sedangkan tugas dan fungsi utama fisafat adalah memberikan analisanya tentang hakikat keilmuan yang nyata dan rasional yang mengandung nilai-nilai dasar yang dijadikan landasan atau petunjuk dalam proses keilmuan DAFTAR PUSTAKA Arifin, Muzayyin. Filsfat Pendidikan Islam. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2005. Tafsir, Ahmad. Prof. Dr. Filsafat Ilmu. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012 Bakhtiar, Amsal. Filsafat Ilmu. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2011 Sadulloh, Uyoh. Drs. M.pd. Pengantar Filsafat Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 2010

Rabu, 11 Desember 2013

evaluasi hasil belajar

Evaluasi Hasil Belajar
KONSEP DASAR EVALUASI HASIL BELAJAR
A. Pengertian Pengukuran, Penilaian dan Evaluasi
Wiersma dan Jurs membedakan antara evaluasi, pengukuran dan testing. Mereka berpendapat bahwa evaluasi adalah suatu proses yang mencakup pengukuran dan mungkin juga testing, yang juga berisi pengambilan keputusan tentang nilai. Pendapat ini sejalan dengan pendapat Arikunto yang menyatakan bahwa evaluasi merupakan kegiatan mengukur dan menilai. Kedua pendapat di atas secara implisit menyatakan bahwa evaluasi memiliki cakupan yang lebih luas daripada pengukuran dan testing.
Ralph W. Tyler, yang dikutif oleh Brinkerhoff dkk. Mendefinisikan evaluasi sedikit berbeda. Ia menyatakan bahwa evaluation as the process of determining to what extent the educational objectives are actually being realized. Sementara Daniel Stufflebeam (1971) yang dikutip oleh Nana Syaodih S., menyatakan bahwa evaluation is the process of delinating, obtaining and providing useful information for judging decision alternatif. Demikian juga dengan Michael Scriven (1969) menyatakan evaluation is an observed value compared to some standard. Beberapa definisi terakhir ini menyoroti evaluasi sebagai sarana untuk mendapatkan informasi yang diperoleh dari proses pengumpulan dan pengolahan data.
Sementara itu Asmawi Zainul dan Noehi Nasution mengartikan pengukuran sebagai pemberian angka kepada suatu atribut atau karakteristik tertentu yang dimiliki oleh orang, hal, atau obyek tertentu menurut aturan atau formulasi yang jelas, sedangkan penilaian adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan tes maupun nontes. Pendapat ini sejalan dengan pendapat Suharsimi Arikunto yang membedakan antara pengukuran, penilaian, dan evaluasi. Arikunto menyatakan bahwa mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran. Pengukuran bersifat kuantitatif. Sedangkan menilai adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk. Penilaian bersifat kualitatif. Hasil pengukuran yang bersifat kuantitatif juga dikemukakan oleh Norman E. Gronlund (1971) yang menyatakan “Measurement is limited to quantitative descriptions of pupil behavior”
Pengertian penilaian yang ditekankan pada penentuan nilai suatu obyek juga dikemukakan oleh Nana Sudjana. Ia menyatakan bahwa penilaian adalah proses menentukan nilai suatu obyek dengan menggunakan ukuran atau kriteria tertentu, seperti Baik , Sedang, Jelek. Seperti juga halnya yang dikemukakan oleh Richard H. Lindeman (1967) “The assignment of one or a set of numbers to each of a set of person or objects according to certain established rules”
B. Tujuan Evaluasi
Sebagaimana diuraikan pada bagian terdahulu bahwa evaluasi dilaksanakan dengan berbagai tujuan. Khusus terkait dengan pembelajaran, evaluasi dilaksanakan dengan tujuan:
1. Mendeskripsikan kemampuan belajar siswa.
2. mengetahui tingkat keberhasilan PBM
3. menentukan tindak lanjut hasil penilaian
4. memberikan pertanggung jawaban (accountability)
C. Fungsi Evaluasi
Sejalan dengan tujuan evaluasi di atas, evaluasi yang dilakukan juga memiliki banyak fungsi, diantaranya adalah fungsi:
1. Selektif
2. Diagnostik
3. Penempatan
4. Pengukur keberhasilan
Selain keempat fungsi di atas Asmawi Zainul dan Noehi Nasution menyatakan masih ada fungsi-fungsi lain dari evaluasi pembelajaran, yaitu fungsi:
1. Remedial
2. Umpan balik
3. Memotivasi dan membimbing anak
4. Perbaikan kurikulum dan program pendidikan
5. Pengembangan ilmu
D. Manfaat Evaluasi
Secara umum manfaat yang dapat diambil dari kegiatan evaluasi dalam pembelajaran, yaitu :
1. Memahami sesuatu : mahasiswa (entry behavior, motivasi, dll), sarana dan prasarana, dan kondisi dosen
2. Membuat keputusan : kelanjutan program, penanganan “masalah”, dll
3. Meningkatkan kualitas PBM : komponen-komponen PBM
Sementara secara lebih khusus evaluasi akan memberi manfaat bagi pihak-pihak yang terkait dengan pembelajaran, seperti siswa, guru, dan kepala sekolah.
Bagi  Siswa
Mengetahui tingkat pencapaian tujuan pembelajaran : Memuaskan atau tidak memuaskan
Bagi Guru
1. mendeteksi siswa yang telah dan belum menguasai tujuan : melanjutkan, remedial atau pengayaan
2. ketepatan materi yang diberikan : jenis, lingkup, tingkat kesulitan, dll.
3. ketepatan metode yang digunakan
Bagi Sekolah
1. hasil belajar cermin kualitas sekolah
2. membuat program sekolah
3. pemenuhan standar
E. Macam-macam Evaluasi
1. Formatif
Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir pembahasan suatu pokok bahasan / topik, dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauh manakah suatu proses pembelajaran telah berjalan sebagaimana yang direncanakan. Winkel menyatakan bahwa yang dimaksud dengan evaluasi formatif adalah penggunaan tes-tes selama proses pembelajaran yang masih berlangsung, agar siswa dan guru memperoleh informasi (feedback) mengenai kemajuan yang telah dicapai. Sementara Tesmer menyatakan formative evaluation is a judgement of the strengths and weakness of instruction in its developing stages, for purpose of revising the instruction to improve its effectiveness and appeal. Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengontrol sampai seberapa jauh siswa telah menguasai materi yang diajarkan pada pokok bahasan tersebut. Wiersma menyatakan formative testing is done to monitor student progress over period of time. Ukuran keberhasilan atau kemajuan siswa dalam evaluasi ini adalah penguasaan kemampuan yang telah dirumuskan dalam rumusan tujuan (TIK) yang telah ditetapkan sebelumnya. TIK yang akan dicapai pada setiap pembahasan suatu pokok bahasan, dirumuskan dengan mengacu pada tingkat kematangan siswa. Artinya TIK dirumuskan dengan memperhatikan kemampuan awal anak dan tingkat kesulitan yang wajar yang diperkiran masih sangat mungkin dijangkau/ dikuasai dengan kemampuan yang dimiliki siswa. Dengan kata lain evaluasi formatif dilaksanakan untuk mengetahui seberapa jauh tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai. Dari hasil evaluasi ini akan diperoleh gambaran siapa saja yang telah berhasil dan siapa yang dianggap belum berhasil untuk selanjutnya diambil tindakan-tindakan yang tepat. Tindak lanjut dari evaluasi ini adalah bagi para siswa yang belum berhasil maka akan diberikan remedial, yaitu bantuan khusus yang diberikan kepada siswa yang mengalami kesulitan memahami suatu pokok bahasan tertentu. Sementara bagi siswa yang telah berhasil akan melanjutkan pada topik berikutnya, bahkan bagi mereka yang memiliki kemampuan yang lebih akan diberikan pengayaan, yaitu materi tambahan yang sifatnya perluasan dan pendalaman dari topik yang telah dibahas.
2. Sumatif
Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir satu satuan waktu yang didalamnya tercakup lebih dari satu pokok bahasan, dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana peserta didik telah dapat berpindah dari suatu unit ke unit berikutnya. Winkel mendefinisikan evaluasi sumatif sebagai penggunaan tes-tes pada akhir suatu periode pengajaran tertentu, yang meliputi beberapa atau semua unit pelajaran yang diajarkan dalam satu semester, bahkan setelah selesai pembahasan suatu bidang studi.
3. Diagnostik
Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang digunakan untuk mengetahui kelebihan-kelebihan dan kelemahan-kelemahan yang ada pada siswa sehingga dapat diberikan perlakuan yang tepat. Evaluasi diagnostik dapat dilakukan dalam beberapa tahapan, baik pada tahap awal, selama proses, maupun akhir pembelajaran. Pada tahap awal dilakukan terhadap calon siswa sebagai input. Dalam hal ini evaluasi diagnostik dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal atau pengetahuan prasyarat yang harus dikuasai oleh siswa. Pada tahap proses evaluasi ini diperlukan untuk mengetahui bahan-bahan pelajaran mana yang masih belum dikuasai dengan baik, sehingga guru dapat memberi bantuan secara dini agar siswa tidak tertinggal terlalu jauh. Sementara pada tahap akhir evaluasi diagnostik ini untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa atas seluruh materi yang telah dipelajarinya.
Perbandingan Tes Diagnostik, Tes Formatif, dan Tes Sumatif
Ditinjau dari
Tes Diagnostik
Tes Formatif
Tes Sumatif
Fungsinya
*mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuannya
*menentukan kesulitan belajar yang dialami
*Umpan balik bagi siswa, guru maupun program untuk menilai pelaksanaan   suatu unit program
*Memberi tanda telah mengikuti suatu program, dan menentukan posisi   kemampuan siswa dibandingkan dengan anggota kelompoknya
cara memilih tujuan yang dievaluasi
*memilih tiap-tiap keterampilan prasarat
*memilih tujuan setiap program pembelajaran secara berimbang
*memilih yang berhubungan dengan tingkah laku fisik, mental dan perasaan
Mengukur semua tujuan instruksional khusus
Mengukur tujuan instruksional umum
Skoring (cara menyekor)
*menggunakan standar mutlak dan relatif
*menggunakan standar mutlak
*menggunakan standar relatif
F. Prinsip Evaluasi
Terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam melaksanakan evaluasi, agar mendapat informasi yang akurat, diantaranya:
1. Dirancang secara jelas abilitas yang harus dinilai, materi penilaian, alat     penilaian, dan interpretasi hasil penilaian. à patokan : Kurikulum/silabi.
2. Penilaian hasil belajar menjadi bagian integral dalam proses belajar mengajar.
3. Agar hasil penilaian obyektif, gunakan berbagai alat penilaian dan sifatnya     komprehensif.
4. Hasilnya hendaknya diikuti tindak lanjut.
Prinsip lain yang dikemukakan oleh Ngalim Purwanto adalah:
1. Penilaian hendaknya didasarkan pada hasil pengukuran yang komprehensif.
2. Harus dibedakan antara penskoran (scoring) dengan penilaian (grading)
3. Hendaknya disadari betul tujuan penggunaan pendekatan penilaian (PAP dan     PAN)
4. Penilaian hendaknya merupakan bagian integral dalam proses belajar     mengajar.
5. Penilaian harus bersifat komparabel.
6. Sistem penilaian yang digunakan hendaknya jelas bagi siswa dan guru.
G. Pendekatan Evaluasi
Ada dua jenis pendekatan penilaian yang dapat digunakan untuk menafsirkan sekor menjadi nilai. Kedua pendekatan ini memiliki tujuan, proses, standar dan juga akan menghasilkan nilai yang berbeda. Karena itulah pemilihan dengan tepat pendekatan yang akan digunakan menjadi penting. Kedua pendekatan itu adalah Pendekatan Acuan Norma (PAN) dan Pendekatan Acuan Patokan (PAP).
Sejalan dengan uraian di atas, Glaser (1963) yang dikutip oleh W. James Popham menyatakan bahwa terdapat dua strategi pengukuran yang mengarah pada dua perbedaan tujuan substansial, yaitu pengukuran acuan norma (NRM) yang berusaha menetapkan status relatif, dan pengukuran acuan kriteria (CRM) yang berusaha menetapkan status absolut. Sejalan dengan pendapat Glaser, Wiersma menyatakan norm-referenced interpretation is a relative interpretation based on an individual’s position with respect to some group. Glaser menggunakan konsep pengukuran acuan norma (Norm Reference Measurement / NRM) untuk menggambarkan tes prestasi siswa dengan menekankan pada tingkat ketajaman suatu pemahaman relatif siswa. Sedangkan untuk mengukur tes yang mengidentifikasi ketuntasan / ketidaktuntasan absolut siswa atas perilaku spesifik, menggunakan konsep pengukuran acuan kriteria (Criterion Reference Measurement).
1. Penilaian Acuan Patokan (PAP), Criterion Reference Test (CRT)
Tujuan penggunaan tes acuan patokan berfokus pada kelompok perilaku siswa yang khusus. Joesmani menyebutnya dengan didasarkan pada kriteria atau standard khusus. Dimaksudkan untuk mendapat gambaran yang jelas tentang performan peserta tes dengan tanpa memperhatikan bagaimana performan tersebut dibandingkan dengan performan yang lain. Dengan kata lain tes acuan kriteria digunakan untuk menyeleksi (secara pasti) status individual berkenaan dengan (mengenai) domain perilaku yang ditetapkan / dirumuskan dengan baik.
Pada pendekatan acuan patokan, standar performan yang digunakan adalah standar absolut. Semiawan menyebutnya sebagai standar mutu yang mutlak. Criterion-referenced interpretation is an absolut rather than relative interpetation, referenced to a defined body of learner behaviors. Dalam standar ini penentuan tingkatan (grade) didasarkan pada sekor-sekor yang telah ditetapkan sebelumnya dalam bentuk persentase. Untuk mendapatkan nilai A atau B, seorang siswa harus mendapatkan sekor tertentu sesuai dengan batas yang telah ditetapkan tanpa terpengaruh oleh performan (sekor) yang diperoleh siswa lain dalam kelasnya. Salah satu kelemahan dalam menggunakan standar absolut adalah sekor siswa bergantung pada tingkat kesulitan tes yang mereka terima. Artinya apabila tes yang diterima siswa mudah akan sangat mungkin para siswa mendapatkan nilai A atau B, dan sebaliknya apabila tes tersebut terlalu sulit untuk diselesaikan, maka kemungkinan untuk mendapat nilai A atau B menjadi sangat kecil. Namun kelemahan ini dapat diatasi dengan memperhatikan secara ketat tujuan yang akan diukur tingkat pencapaiannya.
Dalam menginterpretasi skor mentah menjadi nilai dengan menggunakan pendekatan PAP, maka terlebih dahulu ditentukan kriteria kelulusan dengan batas-batas nilai kelulusan. Umumnya kriteria nilai yang digunakan dalam bentuk rentang skor berikut:
Rentang Skor Nilai
80% s.d. 100% A
70% s.d. 79% B
60% s.d. 69% C
45% s.d. 59% D
< 44% E / Tidak lulus
2. Penilaian Acuan Norma (PAN), Norm Reference Test (NRT)
Tujuan penggunaan tes acuan norma biasanya lebih umum dan komprehensif dan meliputi suatu bidang isi dan tugas belajar yang besar. Tes acuan norma dimaksudkan untuk mengetahui status peserta tes dalam hubungannya dengan performans kelompok peserta yang lain yang telah mengikuti tes. Tes acuan kriteria Perbedaan lain yang mendasar antara pendekatan acuan norma dan pendekatan acuan patokan adalah pada standar performan yang digunakan.
Pada pendekatan acuan norma standar performan yang digunakan bersifat relatif. Artinya tingkat performan seorang siswa ditetapkan berdasarkan pada posisi relatif dalam kelompoknya; Tinggi rendahnya performan seorang siswa sangat bergantung pada kondisi performan kelompoknya. Dengan kata lain standar pengukuran yang digunakan ialah norma kelompok. Salah satu keuntungan dari standar relatif ini adalah penempatan sekor (performan) siswa dilakukan tanpa memandang kesulitan suatu tes secara teliti. Kekurangan dari penggunaan standar relatif diantaranya adalah (1) dianggap tidak adil, karena bagi mereka yang berada di kelas yang memiliki sekor yang tinggi, harus berusaha mendapatkan sekor yang lebih tinggi untuk mendapatkan nilai A atau B. Situasi seperti ini menjadi baik bagi motivasi beberapa siswa. (2) standar relatif membuat terjadinya persaingan yang kurang sehat diantara para siswa, karena pada saat seorang atau sekelompok siswa mendapat nilai A akan mengurangi kesempatan pada yang lain untuk mendapatkannya.
H. Bila jumlah pesertanya ratusan, maka untuk memberi nilainya menggunakan statistik sederhana untuk menentukan besarnya skor rata-rata kelompok dan simpangan baku kelompok (mean dan standard deviation) sehingga akan terjadi penyebaran kemampuan menurut kurva normal.
Catatan: mengacu pada kurikulum 1975
(Sumber : Prof. Nana Sudjana)
TAMBAHAN BAHASAN:
evaluasi bukan hanya untuk program pendidikan saja tapi pemakaiannya lebih luas dari pada itu. Contoh beberapa objek yang dapat dievaluasi di luar program pendidikan misalnya sistem manajemen, manajemen sistem informasi, sistem logistik, proses analisis kebutuhan, pelayanan konsultasi, program pengembangan staf, sisten failing, konfeerensi, simposium DeLeLe.